You are currently viewing Sinergi AKIRA dan Kadin Lampung Bedah Peran Strategis KOL/Influencer dalam Bisnis Properti

Sinergi AKIRA dan Kadin Lampung Bedah Peran Strategis KOL/Influencer dalam Bisnis Properti

Bandar Lampung, 13 Agustus 2026 — Industri properti yang dikenal tinggi risiko dan bernilai investasi besar kini mulai beradaptasi dengan strategi pemasaran digital. Merespons kebutuhan tersebut, AKIRA Training – Coaching – Consulting berkolaborasi dengan Kadin Provinsi Lampung sukses menggelar Exclusive Sharing Session bertajuk “POV: KOL / Influencer dalam Bisnis Properti”, Kamis (13/8/2026).

Berlangsung di Kantor Kadin Lampung mulai pukul 13.00 WIB, forum diskusi ini dihadiri para pelaku usaha properti, pengembang (developer), serta praktisi pemasaran digital di Lampung.

Perspektif Baru: Jobs to be Done dan Pemetaan Influencer

Sesi edukasi ini berfokus menjawab tantangan mendasar pelaku bisnis properti, yaitu bagaimana Key Opinion Leader (KOL) atau influencer dapat menciptakan konten yang tidak sekadar viral, tetapi juga membangun kepercayaan (trust) dan reputasi merek.

Forum ini menghadirkan jajaran tokoh dan praktisi bisnis terkemuka sebagai narasumber, yaitu Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H. (Ketua Kadin Provinsi Lampung 2022-2027 & Direktur PT Pertamina Bintang Amin), Ir. H. Tri Joko Margono (Pimpinan PT Jatiwangi Properti Group), Romi Junanto (Koordinator Wakil Ketua Kadin Provinsi Lampung), serta Coach Hengki Yuliansyah (Ketua Badan Otonom Talenta Muda Kadin Lampung / CEO AKIRA).

Dalam pemaparannya, Coach Hengki Yuliansyah menyoroti pentingnya memahami konsep Jobs to be Done dan Value Proposition dalam setiap konten promosi properti.

“Ini perlu menjadi perhatian para KOL maupun Marketing Manager pemilik bisnis properti berkaitan dengan ‘jobs to be done’—yaitu menyelesaikan urusan apa dalam hidup orang lain lewat produk yang kita tawarkan, karena itu adalah bagian utama dari value proposition,” ungkap Coach Hengki.

Lebih lanjut, Hengki menekankan bahwa pengambilan keputusan dalam membeli properti melibatkan siklus dan peran yang kompleks di dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu, strategi influencer marketing harus dipetakan secara spesifik.

“Satu siklus keputusan properti itu ada perannya masing-masing dalam keluarga. Spesialisasi influencer harus jelas: apakah menyasar orang yang memberi pengaruh pembelian, penggunanya, pembayarannya, atau yang memanfaatkan fitur di dalamnya? Membombardir prospek dari berbagai sudut pandang (POV) ini sangat penting. Mengingat membeli properti butuh waktu dan proses menabung, pertanyaannya: saat konsumen sudah siap dan punya uang, brand mana yang paling diingat?” tambah Hengki.

Menjawab Tantangan Kepercayaan dan Efektivitas Pemasaran

Diskusi interaktif ini menegaskan bahwa kehadiran influencer dalam bisnis properti bukan lagi sebatas promosi visual gaya hidup, melainkan menjadi jembatan edukasi dan verifikasi sosial (social proof) bagi calon pembeli.

Penyelenggaraan acara tanpa dipungut biaya (gratis) ini menjadi bentuk nyata komitmen sinergis antara AKIRA dan Kadin Lampung dalam mengedukasi para pelaku usaha properti agar lebih adaptif, inovatif, serta mampu mengoptimalkan strategi influencer marketing secara tepat sasaran di era digital.

Leave a Reply