HIDUP MERASA STUCK ? TAK KUNJUNG MENDAPATKAN HASIL ? MUNGKIN KAMU BELUM “NIAT” DAN “MENYENGAJA” UNTUK TUMBUH

Pernah kah kita menginginkan sesuatu tetapi tak kunjung dapat menghadirkan nya pada kehidupan kita ? Katakanlah berupa kendaraan yang kita inginkan, jenjang pendidikan , penghasilan , liburan ke suatu tempat, hingga skill tertentu di dalam kehidupan.

Banyak sekali orang – orang yang saya temui , dan termasuk diri saya dahulu yang memiliki pola pikir bahwa “kerja keras saja ! Nanti juga rezekinya ada”, atau “Udah kerjain aja, karena semua akan indah pada waktunya”, atau yang satu ini “semua orang sudah ada rezekinya, jalani saja kehidupan ini”. ya itu benar, tetapi belum sepenuhnya benar menurut saya dari pengalaman hidup saya, saya belajar dari guru kehidupan baik pebisnis, mentor, ataupun dari berbagai buku yang saya baca dan pelajari.

Ada satu asumsi dasar yang perlu kita perbaiki bahwa, bertumbuh itu “otomatis”. cukup kerja keras saja, jalani saja, nanti juga sampai. padahal, bertumbuh itu perlu arah, perlu ukuran, perlu jarak dan perlu kendaraan serta skill yang tepat.

Itulah mengapa, pertumbuhan diri itu perlu di sengaja atau intentionally menurut buku 15 laws of growth karya john maxwell. karena, pertumbuhan yang disengaja akan menghasilkan jarak kita dengan goals yang hendak dicapai, waktu yang perlu ditempuh, serta kendaraan yang dibutuhkan untuk bertumbuh.

Di dalam ilmu NLP ( Neuro Linguistic Programming ), dikenal sebuah framework perubahan diri yaitu NLP model of change. yang mana manusia selalu bergerak dari Present State ( PS ) atau kondisi saat ini, menuju Desire State ( DS ) berupa kondisi yang diharapkan, apapun pemicunya, baik karena ingin menghindari PS ataupun ingin menuju DS.
sebagai contoh : orang lapar ( PS ), ingin kenyang ( DS ) dengan cara makan. orang yang memiliki berat badan berlebih ( PS ) ingin memiliki tubuh yang ideal ( DS ) dengan cara diet dan olahraga rutin serta teratur.

Begitupun bertumbuh, maka kita perlu memperjelas kemana pertumbuhan kita dalam kurun waktu tertentu ? area mana yang hendak kita tumbuhkan ? dan berapa lama pertumbuhan itu terjadi ?

Sebagai contoh : 

Hengki merupakan seorang fresh graduate yang hendak melanjutkan studi masternya di luar negeri. ia merupakan lulusan cumlaude , Nilai Tpa nya 550 namun bahasa inggrisnya masih basic yaitu 450. sedangkan standar dari kampus nya membutuhkan nilai minimal 550. dengan masa waktu menjelang pendaftaran sekitar 6 bulan, maka hengki perlu melakukan pertumbuhan di area manakah secara sengaja  ?

tanpa berpikir lama, kita jelas mengetahui jawaban nya adalah nilai bahasa inggris nya, guna meningkatkan dari 450 ( PS ) ke minimal 550 ( DS )

lalu apa saja yang perlu di lakukan hengki ?

  1. Mengambil kursus bahasa inggris ( Intentional Growth Process )
  2. Mengulangi pembelajaran nya lagi dirumah ( Intentional growth )
  3. Mengurangi berbagai kegiatan lain yang tidak mendukung pembelajaran bahasa inggris nya ( intentional growth ). dll

Kita lihat, hampir semua yang dilakukan oleh hengki adalah kegiatan yang disengaja terjadi dalam rangka  mendukung pertumbuhan yang disengaja.

lalu bagaimana dengan bisnis ? Pekerjaan  ? Professionnalisme ? dll

Sama, mereka membutuhkan pertumbuhan yang disengaja dan perilaku pertumbuhan yang disengaja pula. 

pertanyaan besarnya jika hidup kita belum banyak menghasilkan pertumbuhan dalam beberapa waktu terakhir adalah : 

  1. Apa yang sebenarnya hendak dan ingin kita capai ? area bagian mana dalam kehidupan ? dan kapan ? berapa bulan dari hari ini ? ( DS for result )
  2. Standar seperti apa yang yang harus ada pada diri kita agar hal tersebut “no 1” tercapai ? apakah kita membutuhkan skill tertentu ? ( DS for capability )
  3. Apa perilaku harian yang kita sengaja untuk terjadi agar hasil itu terjadi ? ( Habits to Grow )

Hengki Yuliansyah

CEO of AKIRA Training Center

Leave a Reply